Bandung dan isinya · Catatan Perjalanan · Macam - macam Vecco

HBS Bandoeng : Cerita dan Kenangan

Menyambut masa depanku, SMAN 5 

Hymne tersebut selalu terpaut dalam benak saya saat menulis tulisan ini. Hymne yang selalu mengantarkan saya pada rentetan kenangan. Tapi saya tidak akan membahas kenangan saya terlalu jauh dalam tulisan ini.

HBS Belitong (Tropen Museum)
HBS Belitong (Tropen Museum)

HBS atau Hogere Burger School adalah pendidikan lanjutan dengan rentang waktu belajar 5 tahun. Kita bisa memasuki HBS apabila telah menyelesaikan pendidikan di ELS  atau HIS. HBS sendiri menerima pelajar dari kalangan Eropa, Belanda, Cina, dan elite pribumi. Pada waktu itu, HBS tersedia di Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Malang, dan Medan.

Walaupun HBS menerima pribumi, hanya pribumi dengan kemampuan berbahasa Belanda yang bisa masuk HBS. Pribumi yang diterima di HBS pun tergolong rendah. Pada tahun 1915, sebanyak 6,1% pribumi dari 915 di tiga HBS (Jakarta, Surabaya, Semarang).

Kita beralih ke Bandung.

Pada tahun 1823, selang 3 tahun dari kunjungan tuan residen Priangan ke Bandung, Bandung memiliki empat sekolah gubernemen (pemerintah/negeri) yakni sekolah dasar bumi putera di Karangpamulang, Frobelschool (Taman Kanak – kanak) dan Sekolah Dasar khusus orang Eropa di sekitar patung badak putih di halaman Balai Kota Bandung sekarang ini, dan Sekolah Pertukangan (Ambachtschool). 

Setelah Bandung mendapat status gemeente atau setingkat kotamadya, Bandung mulai giat membangun sekolah dan lembaga pendidikan untuk warganya. Pada saat sebelum perang terdapat sembilan MULO (setara SMP), dua Gymnasium, satu AMS (setara SMA), tiga HBS (Sekolah lanjutan lima tahun), dua Kweekschool (Sekolah Guru), lima Vakschool, tiga Nijverheidschool (sekolah kejuruan industri), tiga Handelschool (sekolah dagang), dan satu Muziekschool (sekolah musik) di Bandung.

Bagian dalam SMAN 5 Bandung
Bagian dalam SMAN 5 Bandung

Wah, maaf jadi mulai kemana – mana, kembali ke HBS. Tahun 1916, Bandung mendapat hadiah istimewa yakni HBS. HBS ini didirikan di Beliton Straat atau Jalan Belitung. Oleh karena itu HBS ini sering diberi nama HBS Beliton. Pendirian HBS ini ditujukan untuk orang Eropa dan elite Pribumi saja. Bangunan HBS Beliton dirancang oleh C.P Wolff Schoemaker.

Dalam buku “Lebih Dekat dengan Karel Albert Rudolf Bosscha”, K.A.R Bosscha yang merupakan pengusaha perkebunan Malabar pernah mendapat jabatan di HBS Beliton. Jadi ada besar kemungkinan K.A.R Bosscha menjadi pemberi dana atas pembangunan gedung HBS Beliton.

Pergantian nama di HBS Beliton

Saat pendudukan Jepang, gedung HBS Beliton dipakai tentara jepang sebagai markas atau asrama tentara Jepang. Nah, setelah Bandung lepas dari kekuasaan Jepang kemudian diganti oleh NICA, HBS Beliton berubah nama menjadi VHO (Voortgezet Hoger Onderwijs) atau setara SMA dimana pada pagi hari menggunakan bahasa Belanda dan sore hari menggunakan bahasa Indonesia.

Pada tahun 1956, bangunan HBS Beliton digunakan oleh SMA Negeri II B, SMA Negeri IIIB, SMA Negeri V C, dan SMA Negeri VI C. Kemudian tahun 1966, SMA Negeri II memakai bangunan sekolah Cina di Jalan Cihampelas dan SMA Negeri VI memakai sekolah Cina di Jalan Pasir Kaliki. SMA Negeri I pindah ke Jalan Ir. H. Juanda dan SMA Negeri VI pindah ke Jalan Gardu Jati no 20 yang asalnya SD Chung Hwi. Oleh karena itu, dari tahun1966 hingga sekarang, bangunan HBS Beliton dipakai oleh SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung.

Kenangan alumni SMAN 5

Muka HBS Beliton
Muka HBS Beliton

SMAN 5, bagi beberapa orang merupakan tempat yang menyenangkan untuk belajar. Udara sejuk yang berasal dari dua pohon besar di halaman SMAN 5 Bandung selalu menjadi penyemangat siswa – siswa untuk belajar. Sinar matahari yang memberikan kehangatan terkadang menjadi berkah tersendiri untuk siswa – siswa yang mengantuk.

Kolam renang Centrum
Kolam renang Centrum

Lepas dari kondisi alam di SMAN 5, siswa – siswa SMAN 5 angkatan 2011 ke atas seharusnya bersyukur. Rasa syukur karena masih bisa merasakan air kolam renang Centrum. Penulis sendiri pernah mengalami berenang di kolam renang Centrum. Tiket masuk kolam renang Centrum yang tergolong murah serta air yang sejuk menjadikan kolam renang Centrum adalah tempat nyaman untuk berenang.

Lapangan Bali
Lapangan Bali

Jika telah masuk ke pelajaran olah raga, ada satu lapangan yang menjadi langganan siswa untuk olah raga. Lapangan tersebut adalah Lapangan Bali walaupun nama aslinya bukan Lapangan Bali. Siswa – siswa SMAN 5 dan 3 memberi nama Lapangan Bali dikarenakan berada di Jalan Bali. Lapangan Bali dipakai oleh siswa SMAN 5 dan 3 secara bergantian dan bergilir.

Mungkin, sedikit tulisan dan pengalaman penulis mengenai HBS Beliton dan SMAN 5. Sebagai penutup tulisan, ijinkan penulis terhanyut dalam kenangannya saat bersekolah di SMAN 5.

love will come and take you home 

 

 

 

 

Advertisements

One thought on “HBS Bandoeng : Cerita dan Kenangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s